“Allah tidak akan melihat seorang istri yang tidak mau berterima kasih atas kebaikan suaminya padahal ia selalu butuh kepada suaminya” (HR. An-Nasa’i, Al-Bazzar dan Al-Hakim).
Sedari kecil, seorang anak laki2 diberi nafkah oleh kedua orang tuanya, namun setelah memiliki penghasilan, bukan orang tuanya yang diberinya nafkah. Orang yang pertama diberi nafkah olehnya adalah isterinya, seseorang yang baru dikenalnya setelah dia dewasa dan menikah. Tidakkah para isteri merasakan kemurahan hatinya?
Sedari pagi hingga malam telah gelap, seorang suami bertebaran di seantero bumi untuk mencari penghasilan dengan membanting tulang. Dan memeras keringat. Bukannya untuk bersenang-senang untuk dirinya, penghasilan yang diperolehnya malah untuk memberi kesejahteraan isteri dan anak2nya. Tidakkah para isteri merasakan pengorbanan yang dilakukannya?
Kegigihan suami dalam mencari nafkah dan perjuangannya dalam mencari penghasilan adalah demi cinta kasih dan rasa sayang kepada isteri dan anak2nya. Sekiranya Allah membolehkan manusia untuk bersujud kepada manusia lainnya, niscaya Rasulullah SAW akan memerintahkan para wanita untuk bersujud kepada suaminya.( baca juga : wanita haram memakai parfum )
Allah sungguh murka kepada para isteri yang tidak bisa berterima kasih kepada suaminya. Allah sangat marah kepada para isteri yang tidak membalas kebaikan suaminya dengan ketaatan. Allah juga sangat benci kepada para isteri yang tidak membalas pemberian suaminya dengan pengabdian. Tetapi mengapa masih saja ada isteri yang durhaka kepada suaminya?
“Dan karena itulah mereka menanggung kemurkaan demi kemurkaan dan kepada orang kafir ditimpakan azab yang pedih” (QS. Al Baqaraah/2 : 90).
#hikmahpagi #pitulas #nazharaku #almadad #acho
Sedari kecil, seorang anak laki2 diberi nafkah oleh kedua orang tuanya, namun setelah memiliki penghasilan, bukan orang tuanya yang diberinya nafkah. Orang yang pertama diberi nafkah olehnya adalah isterinya, seseorang yang baru dikenalnya setelah dia dewasa dan menikah. Tidakkah para isteri merasakan kemurahan hatinya?
Sedari pagi hingga malam telah gelap, seorang suami bertebaran di seantero bumi untuk mencari penghasilan dengan membanting tulang. Dan memeras keringat. Bukannya untuk bersenang-senang untuk dirinya, penghasilan yang diperolehnya malah untuk memberi kesejahteraan isteri dan anak2nya. Tidakkah para isteri merasakan pengorbanan yang dilakukannya?
Kegigihan suami dalam mencari nafkah dan perjuangannya dalam mencari penghasilan adalah demi cinta kasih dan rasa sayang kepada isteri dan anak2nya. Sekiranya Allah membolehkan manusia untuk bersujud kepada manusia lainnya, niscaya Rasulullah SAW akan memerintahkan para wanita untuk bersujud kepada suaminya.( baca juga : wanita haram memakai parfum )
Allah sungguh murka kepada para isteri yang tidak bisa berterima kasih kepada suaminya. Allah sangat marah kepada para isteri yang tidak membalas kebaikan suaminya dengan ketaatan. Allah juga sangat benci kepada para isteri yang tidak membalas pemberian suaminya dengan pengabdian. Tetapi mengapa masih saja ada isteri yang durhaka kepada suaminya?
“Dan karena itulah mereka menanggung kemurkaan demi kemurkaan dan kepada orang kafir ditimpakan azab yang pedih” (QS. Al Baqaraah/2 : 90).
#hikmahpagi #pitulas #nazharaku #almadad #acho
Tidak ada komentar:
Posting Komentar